Tiga Honorer RSUD Kota Pinang Masuk Sindikat Penjual Obat Terlarang

0
199
Para tersangka penjual obat terlarang diamankan Satnarkoba Polres Labuhanbatu

sumutmedia.net-LABUHANBATU SELATAN-Polisi bongkar sindikat penjual obat-obatan terlarang tanpa izin edar, selain barang bukti ribuan obat keras dan obat-obatan lainnya polisi mengamankan empat orang tersangka, tiga diantaranya merupakan pegawai honorer di Rsud Kota Pinang Labuhanbatu Selatan.

Sat Narkoba Polres Labuhanbatu berhasil mengungkap kasus peredaran obat-obatan terlarang yang dijual tanpa izin edar di Rantauprapat, Labuhanbatu, Sumatra Utara.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan empat orang tersangka yakni  MR alias Ridho (24), ES alias Eko (23), AS (26), dan seorang wanita SDM (26), keempat pelaku merupakan warga Labuhanbatu Selatan.

Menurut AKP Martualesi Sitepu selaku Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu menyebutkan, tiga dari empat orang pelaku merupakan pegawai honorer di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Pinang Labuhanbatu Selatan.

Selain tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti sebanyak 2391 butir obat psikotropika dari berbagai jenis dan obat keras, seperti 111 butir pil klonazepam golongan 4 urutan 2, dan 2280 butir pil atarax psikotropika golongan 4 urutan 30 dan obat obatan lainnya yang kesemuannya dijual tanpa resep dan izin edar.

Ribuan obat terlarang dari berbagai merek berhasil disita polisi

Terungkapnya sindikat penjualan obat-obatan tanpa izin edar, berawal adanya informasi masyarakat dimana obat-obatan tersebut seharusnya dijual dan didapatkan di rumah sakit kini dijual bebas tanpa izin edar.

Selanjutnya polisi melakukan lidik dengan menyaru sebagai pembeli, dari lidik tersebut petugas berhasil mengamankan MR alias Ridho di hotel Nuansa Rantauprapat, dari keterangan MR kepada  petugas, polisi mengamankan ES sebagai kurir dan AS sebagai perantara, dari pengakuan  MR, ES dan AS obat-obatan tersebut di dapat dari SDM pekerja honorer bagian apoteker pendamping di RSUD Kota Pinang, dan SDM diamankan oleh petugas dari rumahnya.  Dan saat dilakukan penggeledahan di rumah SDM polisi menemukan  ribuan butir obat-obatan dan obat keras lainnya.

Ditambahkan Martualesi, sindikat peredaran tanpa izin edar sudah berlangsung selama satu tahun dan dijual di seputaran Kota Rantauprapat.

“Ke empat tersangka kita jerat pasal 60 ayat 3 dan 4 UU RI No 5  Tahun 1997 tentang psikotropika, Permenkes RI No 3 Tahun 2017 tentang perubahan pengolongan psikotropika  dengan ancaman maksimal 5 tahun  penjara, atau denda Rp 1,5 milliar,” jelas AKP Martualesi Sitepu. (Ucok Sitorus,Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here