Saksi Pembunuhan Dianiaya Di Kantor Polisi, 6 Personel Polsek Percut Sei Tuan Bersalah

0
84
6 Personil Polsek Percut Sei Tuan yang dinyatakan bersalah sedang diproses di Propam

sumutmemedia.net-MEDAN-Polda Sumatra Utara mengakui tindakan tidak profesional yang dilakukan personel Polsek Percut Sei Tuan, Medan dalam menangani tindak pidana pembunuhan yang berujung pada penganiayaan terhadap Sarpan, merupakan saksi dalam kasus tersebut. Kesalahan ini sekurangnya dilakukan enam personel polisi yang kini menunggu sidang disiplin di Polrestabes Medan.

Setelah mendapat protes keras dari warga dan keluarga, Propam Polda Sumatra Utara akhirnya memeriksa 9 personel Polsek Percut Sei Tuan, Medan yang dinilai tak profesional dalam menangani perkara.

Akibat tindakan tersebut, saksi kasus pembunuhan Sarpan mengalami lebam di wajah. Dia bahkan di inapkan di polsek hingga lima hari, padahal masih berstatus saksi kasus pembunuhan.

Sarpan saksi kasus pembunuhan yang dianiaya di Polsek Percut Sei Tuan

Sembilan polisi yang diperiksa tersebut, mulai dari perwira hingga brigadir telah dibebastugaskan oleh Kapolrestabes Medan termasuk Kapolsek dicopot. Dari hasil pemeriksaan 6 personel lainnya dinyatakan bersalah.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menyebut, ke enam personel itu akan menjalani sidang disiplin dalam waktu dekat. Saat ini mereka menjalani isolasi di ruang khusus.

“Persoalan ini sudah direspon oleh Pak Kapolda, dan mengakui anggotanya tidak profesional menangani suatu perkara,” ujar Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja.

Lanjut Tatan, saat ini ke enam personil Polsek Percut Sei Tuan yang dinyatakan bersalah tersebut sudah di tempatkan di tempat khusus, sambil menunggu sidang disiplin.

Keluarga Sarpan kembali dari Kantor Propam Polda Sumut

“Mengenai laporkan Sarpan atas kasus intimidasi di Polrestabes Medan masih dalam penyelidikan,” tutup Kombes Tatan.

Sebelumnya, Sarpan diduga mengalami penyiksaan di Mapolsek Percut Sei Tuan. Dia mengaku dipukuli dalam keadaan mata tertutup hingga diestrum.

Padahal status buruh bangunan ini hanya sebagai saksi kasus pembunuhan terhadap rekannya Dodi Sumanto. Pembunuhan itu diduga dilakukan Anzar, anak pemilik rumah yang sedang mereka renovasi.

Sarpan baru dibebaskan setelah keluarga dan tetangganya bersama warga  berunjuk rasa menuntut pembebasannya di depan Mapolsek Percut Sei Tuan, Senin pekan lalu. Setelah bebas, Sarpan melaporkan kasus itu ke Polrestabes Medan. (Daniel Pekuwali, Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here