Minta Dibelikan Es Krim Abang Beradik Dibunuh Ayah Tiri

0
111
tersangka pembunuhan saat akan membuang korban ke parit dekat rumahnya

Sumutmedia.net-MEDAN-Tim gabungan satuan reskrim Polrestabes Medan dan Polsek Medan Kota berhasil menangkap pelaku pembunuh dua bocah abang beradik kandung di Jalan Brigjend Katamso Medan, Sumatra Utara.

Guna menyesuaikan keterangan pelaku dengan peristiwa pembunuhan tersebut, polisi langsung melakukan pra rekonstruksi di lokasi kejadian.

Pelaku berhasil ditangkap polisi, tujuh jam setelah penemuan mayat bocah abang beradik Ikhsan Fatahila 10 tahun dan  Rafa Anggara 5 tahun. Tim gabungan satuan reskrim Polrestabes Medan bersama Polsek Medan Kota menangkap pelaku pembunuhan yang merupakan ayah tiri korban.

Tersangka Ramadhan ditangkap polisi di kawasan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

tersangka saat akan melakukan adegan pra rekontruksi

Untuk kepentingan penyelidikan polisi langsung melakukan pra rekonstruksi, guna menyesuaikan keterangan tersangka dengan peristiwa yang terjadi.

Tersangka diboyong ke tempat kejadian perkara di Jalan Brigjen Katamso, Gang Abadi, Kecamatan Medan Kota, Medan, Sumatra Utara.

Petugas terpaksa menutup jalan masuk karena ratusan masyarakat memadati kawasan gang sempit tempat keluarga tersebut menyewa rumah.

Kedatangan tersangka di lokasi kejadian dihujani protes kekesalan warga, beberapa dari mereka meminta petugas segera menembak mati tersangka, karena perlakuannya yang terlalu sadis.

“Tembak mati aja Dia (tersangka,red) Pak,” sebut warga yang ikut menyaksikan pra rekontruksi.

Dari 17 adegan yang dipraktikkan dalam pra rekonstruksi, terungkap motif sementara pelaku membunuh kedua anak tirinya yang masih bocah tersebut karena unsur sakit hati.

Ratusan warga ingin menyaksikan adegan pra rekontruksi pembunuhan abang beradik

Peristiwa pembunuhan itu sendiri dilakukan pada Sabtu malam sekira pukul 20.00 WIB. Kedua korban meminta dibelikan es krim pada ayah tirinya, sementara tersangka mengaku tidak punya uang, sehingga kedua bocah ini menyebutnya pelit dan akan meminta agar ibunya mencari ayah baru yang tidak pelit.

Merasa sakit hati, dengan celoteh anak. Tersangka kemudian menghabisi nyawa kedua korban di dalam kamarnya kemudian membuangnya ke parit sekitar lokasi kejadian dengan ditutup dengan papan triplek.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko menyampaikan, pagi hari sebelum kejadian, ibu korban sempat mengantar anaknya ke rumah nenek lalu berangkat kerja.

Malam harinya kedua anak tersebut kembali ke rumah orangtuanya, mereka berdua menonton televisi bersama ayah tiri. Saat bersantai sambil menonton televisi, korban meminta dibelikan es kepada sang ayah tiri. Namun Saat itu, tersangka mengaku tidak punya uang.

“Apakah motifnya karena sakit hati dibilang akan meminta ibunya ganti ayah baru yang tidak pelit, atau ada motif lain kita masih mendalami,” ujar Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko.

Kombes Pol Riko Sunarko menambahkan, korban korban dibunuh dengan cara kepala diantukkan ke tembok berkali-kali. Melihat kedua korban masih hidup, tersangka kemudian menginjak dada dan perut korban.

Tim gabungan satuan reskrim Polrestabes Medan dan Polsek Medan Kota juga telah melakukan test urine pada tersangka dan hasilnya negative. Hasil pra rekonstruksi ini akan menjadi dasar bagi penyidik untuk melanjutkan penyelidikan terhadap kasus yang menghebohkan warga kota Medan. (Wahyu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here