Menlu RI akan Resmikan Konsulat Kehormatan Ramallah

0
149

JAKARTA, sumutmedia.net – Pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno LP Marsudi, berencana meresmikan Konsulat Kehormatan di Ramallah, sekaligus mengangkat Maha Abu-Shusheh sebagai Konsul Kehormatan, pada 13 Maret 2016.

Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Armanatha Nassir (Tata), Shusheh diserahi tugas-tugas untuk menjembatani Pemerintah Indonesia dan Palestina, antara lain soal perdagangan, pariwisata dan perlindungan warga negara Indonesia (WNI) di negeri itu.

“Pembukaan konsul kehormatan adalah komitmen dukungan politik indonesia pada Palestina,” kata Tata, Kamis (10/3).

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo mengapresiasi dukungan Yordania dalam membantu pembukaan kantor konsulat kehormatan di Ramallah, Palestina.

“Indonesia menghargai sekali dukungan Pemerintah Yordania dalam memfasilitasi rencana pembukaan konsulat kehormatan di Ramallah, Palestina. Jadi, memang kita dibantu banyak oleh Pemerintah Yordania dalam rangka pembukaan konsulat kehormatan di Palestina,” kata Presiden Jokowi usai pertemuan bilateral dengan Pangeran Yordania El Hassan bin Talal di disela-sela rangkaian KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Balai Sidang Jakarta, Minggu (6/3).

Di sisi lain, terpilihnya Shusheh sebagai konsul kehormatan karena selain kelahiran Palestina, dia juga seorang pengusaha wanita yang berpengaruh di Arab, sekaligus ketua Palestinian Business Women Forum.

Menurut data yang yang dimiliki Kemlu, sosok Maha Abu-Shusheh memegang jabatan presiden pada Board of Directors of Riwaq yang membawahi isu perlindungan warisan arsitektur, serta menjabat ketua Palestinian Shippers Council dan anggota Palestinian Trade Center.

Shusheh juga menjadi anggota berbagai organisasi sosial di Palestina, termasuk di bidang musik dan kesehatan. Selain itu, ia juga pernah terpampang dalam Top 50 Majalah Forbes Arabia, pada 2006 dan 2007.

Tata mengatakan Maha Abu Shushes mempunyai kantor sendiri dan akan menyumbangkan sebagian aset, memperdayakan aset untuk menjalin kerja sama dengan Indonesia. Dia menegaskan Shusheh adalah sosok kredibel dan mempunyai akses untuk masalah bantuan.

Saat disinggung alasang menunjuk orang lokal Palestina ketimbang dari Indonesia, Tata menjelaskan, lokasi Ramallah yang sulit diakses akan menyulitkan bagi perwakilan Indonesia, jika ditempatkan disana.

“Konsul Kehormatan akan lebih mudah jika dari oang lokal. Izin masuk ke negara itu memakan waktu 2-3 bulan. Paling efektif adalah keberadaan Konsul Kehormatan punya akses ke pemerintahan dan KBRI kita di Amman,” pungkas Tata.

Selain meresmikan Konsulat Kehormatan dan mengangkat Konsul Kehormatan, Menlu Retno berencana mengadakan pertemuan bilateral dengan menlu Palestina.

Tata menambahkan Menlu Retno juga akan membahas tindak lanjut dari hasil Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Indonesia (KTT LB OKI) dengan Menlu Palestina.

“Yang dibahas adalah bagaimana kita bisa terus mendorong upaya untuk meningkatkan kemerdekaan Palestina terkait capacity building dari kita ke Palestina. Beberapa isu politik bisa saja dibahas. Kita nggak bisa memprediksi apa aja yang dibicarakan,” jelasnya.

Sumber : beritasatu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here