Luhut Pandjaitan: Saya Tidak Pernah Terlibat soal Freeport

0
156

JAKARTA – Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan dirinya tidak pernah terlibat dalam pembahasan perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.

Penegasan tersebut dikemukakannya dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (19/11), seperti yang dikutip dari breaking news Berita Satu News Channel. 

“Saya tidak pernah terlibat dalam urusan tersebut,” tegasnya.

Luhut menyampaikan hal tersebut sehubungan dengan penyebutan namanya dalam transkrip yang diserahkan Menteri ESDM Sudirman Said ke Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR terkait pencatutan nama Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla yang diduga dilakukan Ketua DPR, Setya Novanto, untuk meminta jatah saham dari PT Freeport Indonesia.

Luhut menjelaskan selama menjadi Kepala Staf Kepresidenan, dirinya sudah memberikan masukan dan pertimbangan kepada Presiden Jokowi terkait sejumlah perusahan energi, termasuk Freeport.

Untuk Freeport, intinya adalah pembahasan perpanjangan kontrak baru dilakukan dua tahun sebelum kontrak habis. Kontrak PT Freeport habis pada 2021. Maka, pembahasan perpanjangan kontrak baru bisa dimulai sejak 2019.

“Sikap pemerintah saat ini jelas. Bahwa Bapak Presiden tidak akan pernah perpanjang kontrak Freeport sebelum 2019 karena bertentangan UU. Itu sejalan dengan saran kami pada saat menjadi kepala staf Kepresidenan (KSP). Perpanjangan kontrak hanya dilakukan dua tahun sebelum berakhir. Kami jelaskan waktu itu alasannya,” tutur Luhut.

Meski demikian, dia mengakui dalam proses kajian yang dilakukan KSP, ada banyak desakan untuk mempercepat pembahasan proses perpanjangan kontrak Freeport. Namun, dirinya mengakui tidak terpengaruh. Sikapnya masih konsisten, yaitu dibahas pada 2019.

“Desakan sana-sini kami rasakan. Tapi secara konsiten kami tetap bahwa belum waktunya,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Luhut menegaskan dirinya dan istri telah berjanji untuk tidak melakukan bisnis sepeser pun setelah dipercaya Presiden Jokowi menduduki jabatan menko polhukam.

“Saya sudah selesai dengan diri saya. Saya berjanji tidak akan berbisnis sepeser pun. Sebagai pejabat negara, saya tidak akan melacurkan profesionalisme saya. Catat itu,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Luhut juga menyatakan dirinya tidak menganggap penyebutan namanya dalam transkrip tersebut sebagai pencemaran nama baik. Luhut juga mengaku tidak akan menuntut pihak-pihak yang membawa-bawa namanya dalam pembicaraan tentang perpanjangan kontrak Freeport.

Sumber : beritasatu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here