Kak Seto Minta Kapolri Serius Usut Kasus Kekerasan Terhadap Anak

0
137

JAKARTA, sumutmedia.net – Psikolog dan pemerhati anak Dr Seto Mulyadi atau dikenal dengan Kak Seto mengatakan pengaduan tindak kekerasan terhadap anak sepatutnya menjadi perhatian serius Polri agar segera ditindaklanjuti. Jika tidak serius, dikuatirkan kasus kekerasan terhadap anak akan terus meningkat secara drastis.

“Sebaiknya secara periodik di jajaran atas kepolisian mulai dari Kapolri sampai Kapolda itu harus selalu mengingatkan kepada jajaran di bawahnya bahwa masalah-masalah kekerasan terhadap anak itu mohon ditanggapi secara serius,” ujar Seto Mulyadi di Jakarta, Rabu (6/4/2016).

Kak Seto juga berharap Polri jangan sampai sepele menganggap kasus kekerasan terhadap anak ini cuma karena adanya keterlibatan anak-anak dan lain sebagainya, tapi harus melihat bahwa tindak kekerasan itu telah mengganggu tumbuh kembang si anak.

Oleh karena itu, Kak Seto meminta agar Ibu (orang tua) si korban segera melaporkannya ke Polres jika memang tidak ada langkah-langkah konkrit atau kemajuan yang berarti dari Polsek.

“Langsung laporkan saja ke Kanit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) di Polres Jakarta Timur. Nanti di sana kami bisa bantu memantau bagaimana tindak lanjut kasusnya,” ujar Kak Seto.

Lambannya penanganan kasus kekerasan terhadap anak di tingkat Polsek, menurut Kak Seto, bisa disebabkan oleh karena minimnya personil kepolisian setempat. Itu sebabnya mengapa kemudian Kak Seto meminta agar setiap pengaduan tindak kekerasan terhadap anak yang mangkrak di Polsek agar segera dilaporkan juga di tingkat Polres.

“Mungkin saja karena kalangan staf di Polsek kurang, jadi harus ditingkatkan di Polres. Bila perlu kasus ini sampai di Polda,” cetus Kak Seto.

Di sisi lain, Kak Seto melihat masalah kekerasan terhadap anak juga perlu mendapat pengawasan atau kontrol secara terus menerus oleh masyarakat dan melibatkan media (pers) untuk memantau perkembangan kasus-kasus kekerasan terhadap anak. Hal ini karena keterbatasan dan kesibukan orang tua untuk urusan di sana-sini, dan lain sebagainya, atau memang harus terus diingatkan.

“Bahkan kalau perlu melibatkan lembaga-lembaga yang ada untuk dilaporkan, sehingga lembaga itu ikut membantu mengontrol, mengingatkan kepada petugas kenapa kok sampai sekarang kasus itu belum selesai,” pungkas Kak Seto.

Berdasarkan pantauan wartawan, telah terjadi tindak pidana kekerasan terhadap anak bernama Jordan Imanuel (11 tahun), pada hari Senin, 11 Oktober 2015 di Jalan Laut Banda Blok BB X/18, Komplek Kimia Farma I Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Korban mendapat pukulan keras oleh dr Phaidon Lumbantoruan (ayah korban) di bagian pipi hingga memar dan bengkak, dan kaki korban pun ditendang amat keras. Tidak terima atas tindak kekerasan terhadap korban, Santi br Nababan (Ibu korban) akhirnya melaporkan dr Phaidon ke Polsek Duren Sawit, Jakarta Timur.

Namun amat disayangkan, sejak kasus ini dilaporkan Santi pada 20 Oktober 2015, hingga saat ini masih belum ada langkah-langkah konkrit atau kemajuan yang berarti dari pihak Polsek Duren Sawit. (E1/Kevin Sinaga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here