IPW : Penataan Komposisi 2016, Enam Kapolda dan Tujuh Wakapolda Dimutasi

0
168

JAKARTA, Sumutmedia.net — Kepala Polri (Kapolri) Jenderal Badrodin Haiti melakukan mutasi besar-besaran kepada sebanyak 282 perwira di jajaran kepolisian pada penghujung tahun 2015. Mutasi ini sesuai dengan Telegram Rahasia (TR) Kapolri Nomor ST/2719/XII/2015 tertanggal 31 Desember 2015, yang ditandatangani Wakapolri Komjen Budi Gunawan atas nama Kapolri.

Menyikapi hal itu, Indonesia Police Watch (IPW) memberi apresiasi terhadap mutasi besar yang dilakukan Polri di penghujung tahun 2015.

“Ada 282 perwira yang dimutasi, di antaranya enam Kapolda dan tujuh Wakapolda,” kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane kepada Sumutmedia.net di Jakarta, Jumat (1/1/2016).

Neta Pane menambahkan, adapun Kapolda yang diganti adalah Kapolda Kepri, Jambi, Lampung, Sumbar, Maluku, dan Jambi. Sedangkan Wakapolda yang dimutasi adalah Sumut, Sulsel, Jatim, Kalteng, Kepri, Banten, dan Kalsel.

“Mutasi ini merupakan perubahan besar di tubuh Polri. Selain karena ada yang pensiun juga merupakan penataan komposisi personil menyongsong Tahun Baru 2016,” tambahnya.

Kenapa dinilai sebagai penataan komposisi, menurut Neta Pane, karena ada beberapa pejabat yang baru menjabat, kemudian diberi posisi baru yang lebih baik.

“Dengan adanya komposisi baru ini, diharapkan Polri akan lebih cepat lagi melakukan perubahan dan revolusi mental,” harapnya.

Darurat Narkoba

Di sisi lain, Neta Pane menilai penataan dan perubahan yang menonjol terlihat di Badan Narkotika Nasional (BNN). Polri dan BNN sepertinya hendak berlari cepat memberantas narkoba di tahun 2016.

Sebab, menurut dia, selama ini meski pemberantasan narkoba secara agresif dilakukan tetapi peredaran narkoba di Indonesia masih tetap tinggi, bahkan Indonesia masuk dalam kondisi darurat narkoba.

Oleh karena itu, IPW berharap ke depannya Polri dapat lebih serius lagi dalam melakukan pemberantasan narkoba, dan mengungkap kasus-kasus korupsi.

“Mutasi kali ini diharapkan mampu merealisasikan agar Polri makin bekerja cepat dan agresif,” tandasnya. (Edo Panjaitan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here