Inilah Pemicu Anwar Alias Rijal Kabur dari Tahanan Salemba

0
145

JAKARTA, SUMUTMEDIA.net – Anwar alias Rijal (27)  tahanan yang kabur dari tumah tahanan (Rutan) Salemba dipicu karena dirinya takut di pindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusakambangan.

Bagaimana modus pelariannya? Kepada polisi Anwar mengaku kronologi pelariannya bermula ketika sang istri atas nama Ade Irma menjenguknya ke Rutan Salemba, sekitar pukul 14.30 WIB, Rabu (6/7) lalu.

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Budi Hermanto mengatakan, pada saat pertemuan itu Anwar berbicara kepada istrinya untuk membawakan baju gamis, kerudung, lipstik, dan kaca mata.

Anwar: “Bu, kalau Ayah dioper ke Nusa Kambangan, Ibu nggak bisa besuk lagi, karena ongkos ke Nusa Kambangan nggak cukup Rp100.000.”

Anwar: “Bu, Ayah mau kabur aja lah, soalnya Ayah nggak kuat kalau dioper ke Nusa Kambangan.”

Ade Irma: “Kalau Ayah mau kabur pikir-pikir dulu, kasihan sama anak dan keluarga.”

Anwar: “Ayah sudah pikirin mau kabur. Ibu beli baju gamis, lipstik, sama kaca mata aja.”

Ade Irma: “Ya udahlah nanti Ibu beliin.”

Budi menambahkan, pada Kamis (7/7) sekitar pukul 14.00 WIB, sang istri kembali menjenguk Anwar dengan membawa baju gamis, jilbab, lipstik, dan kaca mata.

“Selanjutnya, Anwar memakai baju gamis, jilbab, lipstik, dan kaca mata itu. Kemudian, dia menggambar stempel kunjungan dengan mencontoh gambar stempel kunjungan yang ada di tangan kanan istrinya menggunakan spidol warna biru,” ujar Budi, Jumat (15/7).

Sejurus kemudian, Anwar mengajak istrinya yang sedang menggendong anaknya berjalan keluar melewati empat pintu yang masing-masing dijaga empat petugas sipir.

“Setelah keluar dari pintu Rutan Salemba, Anwar bersama istrinya langsung menuju pangkalan bajaj. Anwar mengajari istrinya untuk menyetop bajaj, bilang nanti turun di daerah Kebon Kacang, Tanah Abang, dekat dengan toko obat,” ungkapnya.

Sesampainya di Kebon Kacang, dan membayar ongkos bajaj Rp50.000, Anwar membuka baju gamis, jilbab, kaca mata dan menghapus lipstik menggunakan tangan.

“Kemudian, Anwar dan istri serta anaknya berpisah di daerah Kebon Kacang sekitar pukul 15.00 WIB. Istrinya pulang ke kontrakan di daerah Benhil menggunakan angkutan umum APB 03 jurusan Benhil-Tanah Abang. Sedangkan Anwar pergi berjalan kaki ke rumah saudaranya atas nama Heri,” katanya.

Budi menyampaikan, ketika bertemu Heri, Anwar meminjam sweater, topi dan diberikan uang Rp 50.000. Selanjutnya, Anwar pergi ke Terminal Grogol untuk naik Bus Primajasa menuju Bandung, Jawa Barat, sekitar pukul 17.00 WIB.

“Sebelum berangkat ke Bandung, Anwar sempat menjual baju gamis dan celana panjang hitam ke orang yang tak dikenal sebesar Rp50.000,” jelasnya.

Di Bandung, Anwar kemudian mencari tumpangan truk menuju ke daerah Pameungpeuk sekitar pukul 05.00 WIB, Jumat (8/7). Dia selanjutnya, tinggal di pesisir laut Pameungpeuk selama dua hari.

Minggu 10 Juli 2016, Anwar melanjutkan pelariannya menuju Kampung Barengkok, Jaga Baya, Ciresek, Bogor, dengan menumpang truk. Di sana, ia menemui saudaranya bernama Wahyu dan menginap satu malam.

Sehari kemudian, sekitar pukul 09.00 WIB, Anwar diantar Wahyu menggunakan sepeda motor Yamaha Mio, menuju Lebak Wangi, Bogor. Sesampainya, di Lebak Wangi, sekitar pukul 11.00 WIB Anwar beristirahat dan bermalam di sebuah gubuk di hutan kebun kelapa sawit. Sementara, Wahyu kembali ke rumahnya.

Sehari kemudian, sekitar pukul 13.30 WIB, Anwar kembali melanjutkan pelariannya menuju daerah Curug Tangerang, dengan menumpang truk. Di sana, ia bertemu dengan temannya atas nama Apin yang bekerja sebagai karyawan restoran dan meminta pekerjaan.

“Apin menyampaikan tidak ada kerjaan, karena pemilik restoran mengetahui kalau Anwar merupakan narapidana,” katanya.

Menurutnya, Anwar akhirnya pulang ke rumah orang tuannya, di Kampung Barengkok, Bogor, dengan menggunakan truk.

“Anwar sampai di rumah orang tuanya sekitar pukul 00.00 WIB. Selanjutnya, Anwar pergi ke rumah kakak kandungnya Andri yang berdekatan dengan rumah orang tuanya. Kemudian Anwar beristirahat dan bermalam di rumah kakaknya,” terangnya.

Budi menegaskan, Kamis (14/7), sekitar pukul 08.00 WIB, Anwar bangun tidur dan beraktivitas di rumah kakaknya.

“Sekitar pukul 14.00 WIB, anggota datang ke rumah Andri dan melakukan penangkapan terhadap Anwar. Selanjutnya, Anwar dibawa ke Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan,” tandasnya.

Sumber : beritasatu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here