Tanggul Sungai Jebol, Puluhan Rumah di Kecamatan Sipispis Terendam Air

Tanggul Sungai Jebol, Puluhan Rumah di Kecamatan Sipispis Terendam Air.

SIMALUNGUN, SUMUTMEDIA.net – Derasnya aliran sungai karena hujan deras dengan intesitas tinggi, salah satu tanggul sungai di Kabupaten Sergai jebol, Akibatnya, Sekitar 40 dari 87 kepala keluarga yang bermukim dan tinggal di Dusun III Sinar Padang, Desa Simalas, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) terpaksa mengungsi ke Mesjid yang berada di desa tersebut, usai kediaman para warga terendam banjir akibat tanggul yang sebelumnya membendung aliran Sungai Sibarau yang melintasi dusun tersebut jebol.

Kepala Desa Simalas, Edi Parmen Saragih SP yang ditemui Jumat (10/11/2017) siang sekitar pukul 13.00 Wib dilokasi banjir menyebutkan jika banjir telah mengenanggi sebahagian kediaman warga dusun tersebut sejak Selasa (8/11) subuh lalu. Dan banjir ini terjadi akibat tanggul jebol karena tidak mampu lagi menahan tingginya debit air yang mengalir di sungai Sibarau.

“Sudah sejak dua hari lalu air telah membanjiri dusun ini, hingga menyebabkan sebahagian warga yang rumahnya terkena banjir terpaksa mengungsi ke Mesjid yang tidak terkena banjir,” terang Edi.

Kepala Desa Simalas ini juga menyampaikan jika tingginya debit air yang mengaliri sungai Sibarau diakibatkan dari turunnya hujan dan adanya banjir kiriman dari arah hulu hingga mengakibatkan tanggul jebol karena tidak mampu lagi menahan tingginya debit air hingga akhirnya air sungai meluap dan membanjiri kediaman dan ladang warga yang berada di Dusun III Sinar Padang Desa Simalas. “Dari pendataan yang kita lakukan, ada sekitar 40 kepala keluarga yang rumahnya terkena banjir.

Br Saragih, salah satu warga mengeluhkan hasil karet yang telah di kumpulkannya selama satu minggu ini habis terbawa derasnya air.

“Kami mohon kepada bapak Bupati Sukirman agar meninjau ke lokasi dan segera membuat beronjong di setiap titik titik yang rawan akan banjir. Dengan cuaca yang saat ini kurang baik, kami selalu khawatir dan waswas apabila datangnya hujan, bahkan kami tidak bisa tidur nyenyak pada saat malam hari,” ucap br Saragih kepada SUMUTMEDIA.net.

Penulis : Wahyudin

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR