Kubah Lava Gunung Sinabung Membesar

Erupsi Sinabung Sabtu (11/6) pukul 11:15 WIB. (Foto : Charles Ginting)

KARO, SUMUTMEDIA.net – Aktivitas Gunung Sinabung masih tetap tinggi, kubah lava terus mengalami pertumbuhan dengan pesat dan semakin membesar. Potensi erupsi dan guguran awan panas masih bisa saja terjadi secara fluktuasi pada radius tertentu lebih kurang 3 kilometer.

Kepala Pusat Vulkanologi Badan Geologi Mitigasi  dan Bencana Geologi DR. Ir. Kasbani,M.Sc melalui DR.Ir. I Gde  Suartika, M.Sc. di Pos Pengamatan Gunung  Api Sinabung Desa Ndokum Siroga menjelaskan kemarin, erupsi eksplosif Sinabung masih berpotensi terjadi. Namun ancamannya terbatas pada radius lebih kurang 3 kilometer.

Dikatakannya, pertumbuhan kubah lava di Puncak terus mengalami pertumbuhan.Volume kubah semakin membesar hampir dua kali lipat dari sebelumnnya dan tidak stabil sehingga  berpetonsi terjadi erupsi,  guguran lava pijar, aliran lava dan awan panas.

Hal ini senada juga dikatakan DR.Ir, Agus Budianto,M.Sc staf PVMBG bahwa ancaman  hujan abu vulkanik lebat dapat mencapai lebih dari 3 kilometer tergantung kekuatan arah angin.  Awan panas guguran  dan guguran lava yang berasal dari kubah lava serta aliran lava berpotensi mengancam ke sektor Selatan Tenggara sejauh 7 km dan sektor Tenggara Timur sejauh 6 kilometer.

Selain itu, aktivitas pada lubang  tembusan fumarola baru di lereng utara Lau Kawar masih berlangsung. Longsor berpotensi terjadi sekitar lembah di aliran sungai lereng bagian utara, akibat pelapukan  dan erosi yang memperlemah kestabilan lereng.Lahar juga masih berpotensi terjadi  di lembah-lembah sungai yang berhulu di gunung Sinabung karena hujan yang masih terjadi.

Untuk itu, Dia menghimbau agar masyarakat dalam jarak 7 km untuk sektor  Selatan Tenggara gunung Sinabung yang berada di bukaan lembah berpotensi terlanda awan panas. Seperti di Pasar Pinter Gurukinayan ke Simpang Sibintun/Perjumaan Batukejan, Jembatan Lau Banuken Tigapancur, Desa Tigapancur ke Perjumaan Tigabogor, Desa Pintumbesi, dan Jeraya agar dievakuasi ke lokasi yang aman dan  tidak melakukan aktivitas pada sektor tersebut.

Namun masyarakat di dalam radius 6 kilometer untuk sektor  Tenggara Timur Sinabung yang berada di bukaan lembah yang berpotensi  terlanda awan panas yaitu Desa Kuta Tengah agar dievakuasi ke lokasi yang aman.

Sementara masyarakat di dalam 4 kilometer  yakni sektor  Utara Timur Laut di dalam KRB III  berpotensi terkena  hujan lebat yakni Desa  Kutarayat dan Kuta Gugung  agar dievakuasi ke lokasi yang aman.

“Sejak  Jumat (10/6) terjadi 3kali erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai  2100 meter dan jarak luncur 700 meter ke sector Tenggara Timur. Saat itu tercatat terjadi 14 kali gempa guguran  dengan amplitude 3-20 mm lema gempa  19-100 detik. 7 kali  gempa Low Frekuensi  dengan amp.3-5 mm lama gempa 6-40 detik.  4 kali gempa hybrid amp.3-4 mm lama gempa 7-11 detik. 2 kali gempa Tektonik Jauh amp.3-18 mm lama gempa 175-195 detik dn tremor menerus  6,5-2 mm (dominan 1 mm).  (Charles Ginting)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR