53.391 Hektar Tanaman Pertanian Rusak Akibat Erupsi Sinabung

Tanaman Kol tertutup debu vulkanik, petani rugi.

KARO, SUMUTMEDIA.net – Sejak erupsi Gunung Sinabung tahun 2013, tercatat 53.391,01 hektar tanaman pertanian rusak terkena debu vulkanik di 14 Kecamatan di Kabupaten Karo. Dampak yang paling parah yaitu Kecamatan Payung, Naman Teran, Tiganderket dan Simpang Empat.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pekebunan Karo Munarta Ginting, SP,  melalui Kasi Data Berty br Tarigan  mengatakan, sejak 7 Maret 2014 terdata 53.391,01 hektar tanaman pertanian rusak, akibat terkena debu vulkanik Sinabung. Tanaman yang rusak terdiri dari beragam jenis yaitu tomat, cabai, kentang,  kol, sayur-sayuran, kakao dan lain sebagainya.

Yang mana di Kecamatan Payung tanaman yang rusak seluas 4.185,84 hektar, Naman Teran 4.130,8 hektar, Simpang Empat 2.417,72 hektar dan Tiganderket 1.818,75 hektar. Sehingga begitu banyak warga kehilangan mata pencaharian dan mengalami kerugian yang cukup besar.

Singarimbun (65) warga petani  Tiganderket menjelaskan, selama erupsi Sinabung yang berkepanjangan berbagai  jenis tanaman yang ditanam  untuk biaya kebutuhan hidup keluarga semuanya tidak ada hasil (gagal panen).

“Mau atau tidak mau harus berusaha meminjam modal untuk menanam tanaman lagi seperti tomat, cabai hingga panen. Namun ketakutan masih menghantui karena ketika tanaman tomatnya mulai kelihatan  tumbuh subur dan sehat, abu vulkanik  datang dan membuat tanaman menjadi rusak. Sementara sebagian tanaman tomat yang masih bisa dipanennya harganya juga murah. Kali ini cukup banyak kerugianlah,” katanya kepada SUMUTMEDIA.net, Selasa (7/6/2016).

Dia menambahkan,  sudah beberapa kali menanam tomat dan cabai terus mengalami kerugian dan modalpun tidak kembali. Untuk itu, diharapkan agar pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian maupun penyuluhan  pertanian lapangan  membuat program  bagaimana  cara menetralisasi tanah yang terkena abu vulkanik agar bisa dilakukan penanaman. Karena belakangan ini tanaman pertanian tumbuh tidak sempurna, dan mengalami penyakit keriting daun. Hal ini mungkin disebabkan, struktur tanah terlalu banyak mengandung zat asam akibat abu vulkanik. (Charles Ginting)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR