Jenderal TNI (Purn) Endriartono Sutarto: JR Saragih Tetap Dekat Rakyat

JAKARTA, sumutmedia.net – Ada begitu banyak pengalaman dan kesan positif dari sosok Jopinus Ramli Saragih atau yang akrab disapa dengan JR Saragih, mantan Bupati Simalungun periode 2010-2015. Selain suka berpikir positif, JR Saragih sangat dekat kepada rakyat bahkan terkesan tanpa ada jarak ketika berada di tengah-tengah rakyat. Ia suka mendengarkan rakyat secara terbuka, membicarakan tentang hal-hal apa saja yang menjadi kebutuhan paling utama untuk rakyat.

Demikian secara gamblang, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto menuturkan sosok JR Saragih kepada wartawan Sumutmedia.net, Edo Panjaitan, Rabu (3/2/2016) malam di Jakarta. Berikut petikannya:

Sumutmedia.net : Selamat malam Pak Jenderal.

Jenderal : Iya, selamat malam.

Sumutmedia.net : Sebelum wawancara dimulai, saya ingin tahu bagaimana kabar Pak Jenderal malam ini?

Jenderal : Kabar baik, terima kasih.

Sumutmedia.net : Sejak kapan bapak mengenal sosok JR Saragih?

Jenderal : Sebelumnya itu, dulu saya hanya mendengar namanya saja. Artinya, memang beliau (JR Saragih) jauh di bawah saya yang memang masih junior ketika saya menjabat sebagai Panglima TNI. Tapi saya sudah mendengar sepak terjangnya sebagai seorang perwira polisi militer. Dia melakukan banyak hal-hal yang positif.

Sumutmedia.net : Selanjutnya bagaimana Pak Jenderal?

Jenderal : Lalu, saya mengenal kembali setelah saya pensiun dari TNI. Kemudian beliau mencalonkan diri melalui Partai Demokrat untuk menjadi bupati di Simalungun, dan memang itu wilayah dimana beliau dibesarkan.

Sumutmedia.net : Kapan terakhir Pak Jenderal berkunjung di Simalungun?

Jenderal : Saya pernah ketemu beliau di Medan, seingat saya di tahun 2013. Dan Pak JR Saragih ini mengajak saya ke Simalungun. Disana saya melihat bagaimana beliau sangat memperhatikan kehidupan masyarakat Simalungun. Kita memang harus patut mengapresiasi, ketika daerah itu dulunya belum banyak dikenal orang lalu kemudian beliau sudah berbuat banyak di sana. Saya mendengar Pak Boediono (Wakil Presiden RI Periode 2009-2014) juga pernah mengunjungi daerah itu.

Sumutmedia.net : Seberapa sering pertemuan Pak Jenderal dan JR Saragih?

Jenderal : Iya, pernah ketemu di Jakarta. Beliau datang ke Jakarta dan kebetulan saya ada waktu. Saya ketemu dan membicarakan banyak hal tentang program pembangunan. Pertemuan juga tidak sebegitu sering, tapi kala kita bertemu banyak hal saling bertukar pikiran terkait bagaimana kiprah kita membantu masyarakat.
Terutama membahas tentang masyarakat yang masih tertinggal yang masih hidup di bawah garis kemiskinan untuk segera dibantu. Saya bilang setuju saja, kalau niatnya untuk menjadi pejabat dalam rangka untuk membantu masyarakat. Alangkah mulianya niat beliau, kita harus mampu melaksanakannya dan harus berupaya maksimal untuk mendapatkan suatu kewenangan dimana kewenangan itu kemudian digunakan untuk membantu masyarakat miskin. Itulah yang kemudian dijalankan oleh Pak JR.

Sumutmedia.net : Baiklah, artinya hubungan baik JR Saragih dengan Pak Jenderal selama ini lebih kepada membicarakan program-program pembangunan di Simalungun?

Jenderal : Iya, betul sekali.

Sumutmedia.net : Menurut Pak Jenderal, sosok kepemimpinan JR Saragih bagaimana?

Jenderal : Iya, beliau itu sangat dekat sama rakyat. Seperti itu yang saya lihat, karena saya pernah beberapa kali diajak beliau jalan-jalan berkeliling ke Simalungun. Lalu, beliau menyapa masyarakat dari desa yang satu ke desa lainnya. Ketika beliau melihat ada beberapa hal yang diperlukan oleh masyarakat, kemudian beliau tidak segan-segan untuk membantu mereka. Artinya, bukan hanya sekedar janji. Jadi kalau istilahnya sekarang ini disebut blusukan.
Beliau blusukan untuk mengetahui apa sesungguhnya yang dibutuhkan masyarakat, setelah beliau mengetahuinya kemudian merealisasikannya dalam bentuk bantuan-bantuan dan program-program. Itu sebabnya mengapa kemudian masyarakat banyak mengetahui bagaimana kinerja Pak JR ini dalam membantu masyarakat, dan bantuan itu memang betul-betul sangat dibutuhkan masyarakat.

Sumutmedia.net : Bagaimana kesan Pak Jenderal sebagai seniornya JR Saragih?

Jenderal : Saya melihat Pak JR betul-betul berupaya untuk bisa dekat sama rakyatnya, dan itu beliau lakukan dengan maksud agar mengetahui apa sebetulnya yang diperlukan untuk masyarakat. Di Simalungun, beliau sebagai bupati itu memang betul-betul dilaksanakan, tidak hanya sekedar mendengarkan laporan dari bawahan tetapi dicek langsung di lapangan. Dulu, saya pernah memberikan bantuan ke Simalungun pada saat awal-awal bencana alam gunung meletus yang berdekatan di Simalungun. Saya didampingi oleh beliau, dan pada saat itu juga Pak JR memberikan banyak sekali bantuan kepada masyarakat pengungsi di daerah Simalungun.
Jadi menurut saya, apa yang beliau lakukan sejauh ini betul-betul sebagai bupati. Bukan hanya sekedar untuk mendapatkan jabatan, dan bukan hanya sekedar untuk mendapatkan kekuasaan, tetapi memang kekuasaan ini bagian untuk bagaimana kemudian beliau bisa berkiprah membantu untuk masyarakat.

Sumutmedia.net : Ketika itu bantuannya semacam apa saja Pak Jenderal?

Jenderal : Iya, bantuan untuk pengungsi seperti makanan dan obat-obatan serta pakaian. Untuk ibu-ibu berupa pakaian dalam dan pakaian lainnya.

Sumutmedia.net : Terkait Pilkada Serentak yang sempat tertunda karena permasalahan hukum dari pasangan JR Saragih, tetapi pasangan JR Saragih menang di PTTUN. Selanjutnya, MA menolak permohonan kasasi dari KPUD Simalungun. Bagaimana Pak Jenderal melihat kondisi pilkada di Simalungun?

Jenderal : Menurut saya, kemarin itu harapannya bisa dilakukan pilkada serentak dengan daerah lainnya tapi karena memang ada kasus lain dimana calon wakil beliau yang waktu itu menjadi dipermasalahkan menyebabkan Pak JR ini berusaha untuk meyakinkan, bahwa sesuai apa yang dipermasalahkan tidak harus menyebabkan pasangan Pak JR terdiskualifikasi.
Menurut saya memang ada betulnya, karena secara hukum barangkali tidak sepatutnya didiskualifikasi pasangan Pak JR ini sehingga kemudian dilakukanlah untuk pilkada lanjutan yang dalam waktu dekat bulan Pebruari ini. Seharusnya pilkada memberi kesempatan bagi masyarakat untuk mampu secara jernih melihat dari kelima pasangan calon siapakah calon sebetulnya yang memang betul-betul dikehendaki rakyat menjadi bupati. Upaya hukum Pak JR ini untuk kepentingan masyarakat bukan semata-mata untuk dirinya sendiri.

Sumutmedia.net : Ada lima pasangan calon, menurut Pak Jenderal, pasangan mana yang paling berpihak kepada rakyat?

Jenderal : Jujur saja, sepengetahuan saya selama ini Pak JR itu bekerja untuk rakyat. Menurut saya, Pak JR adalah orang yang tepat untuk pemimpin rakyat Simalungun.

Sumutmedia.net : Sejauh mana Pak Jenderal melihat bahwa kasus pasangan JR Saragih ini akan berdampak pada merosotnya kepercayaan masyarakat?

Jenderal : Iya, sejauh ini sudah tidak ada masalah. Bahwa secara hukum itu sudah bisa terselesaikan, seharusnya masyarakat dapat melihat kebaikan-kebaikan yang dilakukan Pak JR selama ini maupun oleh calon wakilnya. Kalau hukum sudah menyatakan bahwa permasalahan itu ternyata sudah tidak bermasalah, iya memang tidak bermasalah. Sebab kalau itu hukum menyatakan bersalah, iya berarti memang apa yang dilakukan selama ini tidak benar.
Kalau Pak JR-nya sendiri, sejauh ini, saya melihat yang dia lakukan sangat mendukung bagaimana masyarakat di Simalungun ini untuk bisa hidup lebih baik yang itu memang seharusnya menjadi kewajiban semua kepala daerah yang secara langsung dipilih oleh rakyat, karena yang memilih rakyat seharusnya mereka bekerja betul-betul untuk rakyat.

Sumutmedia.net : Apakah Pak Jenderal optimistis bahwa sosok JR Saragih tidak tergoyahkan oleh isu-isu kasus hukum wakilnya?

Jenderal : Kalau saya melihatnya begini saja, bahwa beliau ini kan incumbent. Jadi incumbent itu lebih mudah untuk bisa dilihat kinerja nyata selama ini. Apa yang sudah pernah dilakukan selama Pak JR menjabat sebagai Bupati, masyarakat sudah bisa mengetahuinya.
Apakah memang yang dilakukannya lebih merugikan masyarakat atau hanya sekedar mementingkan pribadi, kelompok maupun keluarga, masyarakat tidak akan memilih seperti itu, tetapi kalau dirasakan masyarakat apa yang dilakukan selama menjabat sebagai bupati yang selama ini dan rakyat merasakan manfaatnya dari kepemimpinan Pak JR maka jangan lagi coba-coba beralih ke pasangan lain.
Sementara yang sudah membuktikan kinerjanya yang memang itu seharusnya menjadi pemimpin jadi terlepas begitu saja dengan calon yang hanya sekedar mengharap sesuatu yang belum tentu. Lalu, yang sudah pasti dan sudah banyak berbuat ini dilepas, tentu yang dirugikan nantinya masyarakat.

Sumutmedia.net : Jika JR Saragih terpilih lagi dua periode, apa harapan Pak Jenderal?

Jenderal : Harapan saya, masyarakat bisa memahami betul dalam memilih pemimpin. Sebab lima tahun itu bukan waktu yang pendek sehingga jangan lagi mengorbankan waktu yang ada hanya sekedar mendapatkan iming-iming sesuatu dari yang tidak jelas, tetapi pilihlah pemimpin yang sudah membuktikan bahwa selama ini sudah berbuat banyak kepada masyarakat, dan Pak JR tidak pernah menjaga jarak dengan rakyat, beliau betul-betul memahami apa yang sesungguhnya yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Semoga jika terpilih kembali, Pak JR tetap melakukan banyak hal untuk kepentingan rakyat, sangat terbuka dan dekat kepada rakyat untuk mendengarkan langsung hal-hal kebutuhan utama untuk rakyat, sehingga lima tahun ke depan Kabupaten Simalungun akan bertambah lebih baik lagi. Pak JR, selamat bekerja untuk rakyat.

Sumutmedia.net : Baiklah, saya bersyukur karena Pak Jenderal berkenan meluangkan waktunya untuk wawancara malam ini. Semoga sukses dan salam hormat saya.

Jenderal : Baik Edo, selamat malam.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR