Peduli Kesehatan Masyarakat, JR Saragih Gelar Operasi Katarak Massal

SIMALUNGUN – Puluhan warga Simalungun mengikuti operasi katarak massal, bertempat di RS Efarina Etaham, Berastagi. Operasi ini digelar untuk memfasilitasi penderita katarak, yang berasal dari keluarga kurang mampu. “Berdasarkan program pengobatan gratis di desa-desa yang kami lakukan, rupanya banyak ditemukan warga yang menderita katarak. Untuk itulah kami memandang perlu dihelat operasi massal bagi mereka. Semua gratis, tak ada pungutan biaya sedikitpun,” ungkap JR Saragih, Jumat (27/11).

Mantan Simalungun-1 itu menjelaskan, operasi katarak sebetulnya merupakan program rutin tahunan RS Efarina. “Saban tahun, kami melangsungkan operasi massal baik katarak, bibir sumbing, maupun hernia. Alasannya semata-mata lantaran kami peduli pada pemenuhan akses kesehatan masyarakat,” imbuhnya.

Salah satu pasien, Togar siregar (46) mengaku sangat terbantu dengan adanya operasi katarak gratis tersebut. Warga Hutabayu Raja ini telah mengidap gangguan katarak sejak 1993. “Mulanya mata kiri saya terasa sakit dan perih. Lambat laun, kualitas penglihatan saya makin menurun. Sekarang jarak pandang mata sebelah kiri bahkan hanya sebatas satu meter saja, itu pun masih kabur,” jelasnya, saat dijumpai usai operasi.

Beruntung, lanjutnya, berkat JR ia bisa dioperasi secara gratis. “Saya sangat berterima kasih atas bantuan JR. Rasanya sudah sangat tak sabar ingin bisa melihat dengan jelas lagi,” tukas bapak empat anak ini. Pasanya, selama puluhan tahun mengidap katarak, ia mengaku kesulitan saat bekerja, mengendarai sepeda motor, dan melakukan aktivitas lainnya.

Hal senada juga disampaikan Kalep Upusunggu (70), warga Jawa Maraja Bah Jambi. Sejak menderita katarak selama dua tahun terakhir, ia tak lagi bisa berangkat ke ladang. “Biasanya setiap hari saya bertani di lahan orang dan memperoleh penghasilan untuk makan sehari-hari. Namun sejak penglihatan kedua belah mata saya buram, praktis saya hanya diam saja di rumah,” kisahnya. Ia berharap operasi yang dijalaninya berjalan lancar. “Saya ingin bisa melihat lagi dengan jelas. Jika ini berhasil, saya sungguh berhutang budi pada kebaikan hati JR,” ujarnya berkaca-kaca.

Demikian halnya dengan Mangasa Upusunggu (67), “Saya berterima kasih atas bantuan JR.” Penderita katarak itu mengaku mengidap penyakit tersebut sejak belasan tahun lalu. “Saya dulu sempat tak bisa melihat sama sekali, semuanya buram. Untung sekarang dibantu dengan operasi gratis,” tuturnya.

Jumlah pasien yang mendaftar hingga siang tadi, menurut Dr. Herna Sutasoit, Sp.M., sebanyak 47 orang. “Jumlah ini kami perkirakan akan terus bertambah hingga esok hari. Oleh karena itu, pasien yang tidak sempat kami tangani dua hari ini, akan dioperasi pada 4 Desember mendatang,” tutur Herna. Di akhir tahun ini, operasi katarak memang akan dilaksanakan sebanyak dua tahapan. Tahap pertama, pada 27 hingga 28 November. Sementara tahap kedua, dilangsungkan pada 4 hingga 8 Desember 2015.

Direktur RS Efarina itu menambahkan, tenaga dokter spesialis mata yang tersedia di Efarina hanya 9 orang. “Meski demikian, kami akan bekerja semaksimal mungkin untuk mengobati penyakit katarak pasien. Pasalnya, sebelum operasi, dokter pun harus mempertimbangkan banyak faktor. Kita mesti cek dulu kadar gula, tensi darah, dan lainnya. Tidak bisa sembarangan, karena menyangkut indera penglihatan seseorang,” jelasnya. (Purnama Ayu)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR