JAKARTA – Presiden Joko Widodo menghadiri puncak peringatan Hari Guru Nasional di Istora, Senayan. Jokowi kaget ternyata guru sekolahnya dihadirkan dalam acara tersebut.

Jokowi hadir di Gedung Istora, Senayan, Jakarta, Selasa (24/11) sekitar pukul 10.00 WIB, Jokowi didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan.

Begitu masuk Istora, suasana riuh menyambut Jokowi. Ribuan guru yang kompak mengenakan pakaian atasan warna putih terlihat senang dengan kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu.

Acara kemudian dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Beberapa penghargaan diberikan kepada para guru dalam acara ini. Salah satunya penyerahan Tanda Kehormatan Satya Lencana Pendidikan. Tanda kehormatan ini diberikan langsung oleh Jokowi kepada 10 guru yang berdedikasi dan berprestasi.

Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan, sesaat sebelum masuk ke dalam Istora Senayan, dia diberi tahu oleh Mendikbud Anies Baswedan soal kehadiran guru-gurunya di acara tersebut.

“Waktu saya masuk, saya kaget dibisiki Menteri Pendidikan, Pak, dihadirkan di sini guru Bapak saat di SMP dan SMA,” ujar Jokowi mengawali pidatonya.
Jokowi mengaku baru bersalaman dengan dua orang gurunya. Dia pun kemudian menyapa para gurunya yang lain dari atas panggung.

“Tadi yang saya salami seingat saya baru dua. Yang saya tahu, beliau guru Biologi saya. Karena sudah 40 tahun, mudah-mudahan enggak salah, namanya Bu Nurhayati. Silakan berdiri, Bu,” kata Jokowi. Ibu guru Jokowi ini kemudian berdiri dari bangku duduk peserta.

Jokowi kemudian bernostalgia, mencoba menyebut nama guru-gurunya yang lain. “Yang kedua, Bu Parmi Sarwoto. Yang lain ada guru SMA saya, tapi belum saya salami,” kata Jokowi.

Guru Jokowi yang lain kemudian berdiri dari bangku hadirin. “Belum saya minta berdiri, sudah berdiri,” canda Jokowi yang kemudian mengundang tawa seluruh tamu undangan.

“Saya ingat, yang paling sebelah sini adalah Pak Sudadi. Dulu guru Biologi saya juga. Kemudian ada Bu Sri Winarni. Yang saya ingat Bu Ning, guru Kimia saya. Dulu Kimia saya nilainya paling bagus. Kalau enggak percaya, tanya Bu Ning,” kata Jokowi sambil tersenyum.

“Saya begini, karena guru-guru saya, bukan karena saya,” tambah Jokowi.

Selanjutnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, kemuliaan seorang guru ada pada karya yang dihasilkan. Menurutnya, dirinya bisa menjadi presiden Indonesia merupakan hasil karya guru.

“Kemuliaan seorang guru karena karyanya. Saya sendiri adalah karya dari guru-guru saya. Dan kita semua merupakan karya dari guru-guru kita,” kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, karya nyata guru-guru tersebar di kota besar hingga pelosok. “Karya nyata guru-guru yang hari ke hari harus menapaki jalan puluhan kilometer untuk terus bisa berkarya,” kata Jokowi.

Jokowi juga menegaskan, kualitas masyarakat ditentukan oleh guru. “Kualitas manusia Indonesia di masa depan ditentukan oleh guru-guru kita hari ini,” katanya.
“Karena itu guru bukan sekadar pendidik melainkan peletak dasar masa depan kita semua,” tambahnya.

Jokowi menyebut, guru merupakan agen perubahan karakter bangsa. Dia juga menitipkan agar para guru terus memberikan pelajaran tentang ethos kerja, integritas dan gotong royong di ruang kelas.

“Kita harus bekali generasi masa depan kita dengan mentalitas pemenang, mentalitas yang positif, yang kreatif dan kompetitif, tetapi tetap memiliki keluhuran budi pekerti yang tinggi dan solidaritas sosial yang kuat,” kata Jokowi.

“Terus kembangkan metode pembelajaran yang kreatif, inovatif, serta mendorong peserta didik untuk aktif dan berpikir kritis,” tambah Jokowi.

(Sumber : detik.com)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR