Energy Watch : Kemacetan Parah Tol Brexit, Menteri Jonan Gagal Harus Mundur

0
154

JAKARTA, SUMUTMEDIA.net – Kemacetan arus mudik Lebaran 2016 di pintu Tol Brebes Timur Exit tergolong paling parah dan luar biasa melelahkan. Pasalnya, pemudik sampai kehabisan bensin di tol, kelaparan tidak ada penjual makanan, kebelet tidak ada toilet, terjebak kemacetan lebih dari 25 jam di jalur yang sama hingga menyebabkan adanya pemudik meninggal dunia karena kelelahan setelah terjebak dalam kemacetan tersebut.

Direktur Energy Watch Indonesia (EWI) Ferdinand Hutahaean mengatakan bahwa sangat mencengangkan ketika Menteri Perhubungan Ignatius Jonan mengaku tidak percaya sampai jatuh korban meninggal akibat kelelahan pada kemacetan lalulintas di pintu Tol Brebes Timur Exit saat arus mudik sebelum Lebaran 2016.

Pernyataan Menteri Jonan tersebut, menurut Ferdinand menunjukkan bahwa Jonan memang tidak melakukan pemantauan arus mudik Lebaran secara maksimal, dan seolah membiarkan kemacetan sebagai sesuatu hal yang lazim terjadi.

“Jonan tidak bisa menyangkal kejadian ini, karena Jonan ternyata tidak mengetahui adanya korban jiwa akibat kemacetan parah di tol Brebes,” ujar Ferdinand dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (7/7/2016).

Ferdinand berpendapat, andai saja Menteri Jonan memantau jalur mudik secara ketat tentunya akan mengetahui persis tentang kejadian tersebut. “Jonan pastinya tahu dimana pemudik itu buang air, makan dan minum seperti apa, andaikan Jonan sungguh-sungguh memantau arus mudik dengan benar,” ujarnya.

Pada bagian lain, menurutnya, arus balik segera tiba dan tidak ada alasan lagi bagi pemerintah untuk tidak menyiapkan segala sesuatunya dengan baik. Jalur-jalur alternatif arus balik sudah harus disosialisasikan dari sekarang, supaya tidak lagi terjadi penumpukan arus balik dan memakan korban jiwa.

“Tapi pengaturan ini tidak layak lagi diserahkan kepada Jonan yang sudah dua kali lebaran gagal mengatur arus mudik dengan baik,” katanya.

Dia juga menuturkan kemacetan parah yang serupa terjadi saat libur Natal tahun lalu. Meski tidak ada yang berharap terjadi seperti itu, tapi menurutnya, semestinya kemacetan bisa dikendalikan dengan pengaturan dan rekayasa lalulintas serta memecah penumpukan dengan peta jalan alternatif.

“Tapi Jonan tidak melakukan hal itu dan merasa tidak bertanggung jawab secara penuh. Jonan harus mundur sebelum arus balik yang diprediksi terjadi pada Sabtu-Minggu. Jonan sudah gagal dan harus mundur,” tegas Ferdinand.

Kebijakan Tak Jelas Lion Air

Di sisi lain, Ferdinand menyoroti kebijakan Menteri Jonan terhadap perusahaan penerbangan Lion Air. Ia menilai bahwa Menteri Jonan tidak punya integritas sehingga kebijakannya terhadap Lion Air selalu tidak jelas.

“Sudahlah, tidak ada kata lain saat ini Jonan harus mundur. Biarlah kabinet ini diisi orang-orang yang mampu bekerja secara benar,” tandas Ferdinand Hutahaean. (EDO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here