DPN Gepenta Dukung Presiden Jokowi Beri Amnesti Din Minimi

0
156

JAKARTA, Sumutmedia.net — Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Gerakan Nasional Peduli Anti Narkoba, Tawuran dan Anarkis (Gepenta), Brigjen Pol (Purn) Dr Parasian Simanungkalit SH MH, mengapresiasi langkah Presiden Jokowi yang akan memberikan amnesti kepada Din Minimi.

Langkah ini, menurut dia, sangat tepat guna menciptakan rasa aman dan damai di tengah masyarakat Indonesia terutama di Aceh agar semakin jauh terhindar dari tindakan anarkis dan teror oleh kelompok pelaku anarkis.

“Dari sudut pandang visi dan misi Gepenta sangat tepat pemberian amnesti kepada Din Minimi,” ujar Parasian Simanungkalit kepada Sumutmedia.net di Markas DPN Gepenta, Jakarta Selatan, Jumat (8/1/2016) siang.

Dia juga mengatakan untuk menciptakan Indonesia sebagai negeri yang damai, aman, makmur, dan sejahtera, maka semua cara harus ditempuh baik melalui pencegahan, penindakan hukum, juga termasuk pemberian pengampunan berupa amnesti.

Upaya lain, kata dia, dapat dilakukan dengan menggerakkan rakyat setempat untuk sadar dan bangkit bersama pemerintah dalam mencegah dan menanggulangi setiap ancaman tindakan anarkis dan teror.

Ditanya soal hukuman atas tindakan kelompok bersenjata, menurut dia, tidak semua tindak pidana itu harus dihukum.

Menurut dia, amnesti dapat diberikan apabila pelakunya bisa berdampak luas dan yang berkepanjangan, dan memadamkannya tidak harus memusnahkan serta membunuh mereka.

Untuk itu, menurut dia, Presiden Jokowi perlu merespon secara positip apabila memang ada kesadaran kelompok Din Minimi ingin meletakkan senjata dan kembali sebagai rakyat yang turut menciptakan rasa aman dan damai.

Hal ini jika dalam teori hukum, ujar dia menambahkan, disebut ‘Ultimum Remidium’. Artinya, tidak semua perbuatan pidana harus dilakukan tindakan dan proses hukum diajukan ke sidang pengadilan tetapi dapat dikesampingkan.

“Penyampingan hukum itu dapat berupa azas oportuniteit oleh kejaksaan, dan juga berupa amnesti dari Presiden yang merupakan pengampunan dan atau pemberian grasi,” jelas doktor hukum alumni UNS itu.

Terima Kasih Presiden Jokowi dan BIN

Lebih lanjut, Parasian Simanungkalit mengatakan terkait dalam hal adanya kelompok bersenjata yang sangat mengganggu keamanan seperti Din Minimi, pemberian Amnesti itu adalah langkah yang tepat.

“Jadi saya mendukung Kepala BIN dan Presiden Jokowi memberikan amnesti kepada Din Minimi,” katanya.

Dia pun berharap hal yang sama juga dapat dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua, untuk dapat meletakkan senjata dan sadar dalam bernegara bahwa Indonesia adalah negara mereka.

Di sisi lain, sergahnya kemudian, pembangunan fisik yang telah diarahkan ke wilayah Papua merupakan langkah awal untuk OPM berdamai dengan pemerintah Indonesia.

Apabila mereka mau meletakkan senjata dan menyatakan ikut mensukseskan pembangunan di Papua, sambung dia, maka pemberian Amnesti juga merupakan langkah yang tepat.

“Dengan demikian, Presiden Jokowi telah menciptakan Indonesia sebagai negeri yang aman dan damai serta dapat mewujudkan rakyat hidup makmur dan sejahtera,” pungkas Parasian Simanungkalit.

Sebelumnya, Din Minimi telah menyerahkan diri ke Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso, beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu, Din bersama 120 anggotanya menyerahkan belasan senjata api, ratusan amunisi, pelontar granat, dan magasin. (Edo Panjaitan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here