Demi Bela Anak, Seorang IRT Tewas Dibunuh Tetangganya

0
117
koban tewas mengalami pendarahan hebat di bagian kepala

sumutmedia.net-TAPANULI SELATAN-Seorang ibu rumah tangga di Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan tewas mengenaskan setelah dipukul dengan kayu broti oleh tetangganya. Kasus ini berawal saat korban membela anaknya yang diejek pelaku sebagai mata celong atau mata kero.

Korban Liza Hanum Pohan (30) akhirnya tewas mengenaskan setelah dianiaya tetangganya sendiri di Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Ibu rumah tangga dengan tiga anak ini, meninggal dunia setelah dipukul berulang kali dengan kayu oleh RS (40). Kejadian berawal saat tersangka RS memaki anak anak korban dengan sebutan mata kero atau mata celong.

Tidak terima anakya dihina, korban kemudian mendatangi tersangka RS hingga terjadi pertengkaran hebat. Dalam pertengkaran ini, tersangka RS kemudian memukul kepala korban berulang kali dengan broti hingga kepala korban pecah.

Korban seketika meninggal dunia ditempat kejadian, sementara tersangka RS langsung melarikan diri. Dari hasil visum di Rumah Sakit Umum Padangsidimpuan, korban mengalami pendarahan hebat di kepala dan bagian tubuh lainnya hingga meninggal dunia.

Korban saat berada di kamar jenazah Rumah sakit umum Padang Sidimpuan

Kapolsek Batang Angkola AKP Yuswanto mengatakan, sebelumnya sudah terjadi perselisihan antara korban dengan pelaku terkait masalah batas tanah, antara halaman rumah milik korban dan rumah milik pelaku.

Selanjutnya, pertengkaran kembali terjadi setelah anak pertama korban Lastri melintas dari depan rumah pelaku.

“Saat itu pelaku mengatakan kepada Lastri, Apa kau liat-liat matamu celong,” ujar AKP Yuswanto mengulangi keterangan Lastri.

Sesampainya di rumah, Lastri pun mengadu kepada sang ibu, Liza Hanum Pohan. Tidak terima anaknya dihina, Korban mendatangi pelaku hingga terjadi cek-cok, hingga penganiyaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Hingga saat ini polisi masih mencari keberadaan pelaku, yang kabur setelah kejadian. (Azan Sinaga,Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here