Vonis Bebas di PN Simalungun Samirin : Terima kasih Pak Hinca..

0
113
Vonis Bebas di PN Simalungun

SIMALUNGUN – Salah satu persolan yang dihadapi oleh kaum lemah adalah akses terhadap keadilan terutama bagi mereka yang sedang berhadapan dengan hukum. Lalu bagaimana kaum lemah bisa mendapatkan perlakuan yang adil dalam peradilan meski Negara dalam persoalan hukum telah menetapkan proses hukum yang adil .

Di Simalungun, Sumatera Utara seorang kakek berusia 69 Tahun, harus berhadapan dengan hukum lantaran memungut sisa getah milik PT Bridgestone Sumatera Rubber Estate. Samirin warga Huta Dolok Maraja, Kabupaten Simalungun mendekam di balik jeruji besi karna mengutip sisa getah rambung atau karet seberat 1,9 Kg senilai Rp.17.480, peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 17 Juli 2019 lalu usai kakek Samirin menggembala lembu.  Kakek Samirin ditangkap dua petugas Satpam yang sedang berpatroli di areal perkebunan.

Kakek samirin ketika ditemui di lembaga pemasyarakatan kelas II-A Pematangsiantar mengatakan , Ia mengutip sisa getah milik PT. Bridgestone yang terjatuh di tanah. Akibat perbuatannya Samirin ditangkap dan diproses hukum , Ia pun dijerat dengan pasal 107 huruf D undang -undang nomor 39 tahun 2014 tentang perkebunan , dengan ancaman pidana kurungan 10 bulan. Samirin ditahan sejak tangagal 27 november 2019 di lapas kelas II-A Pematangsiantar .

Setelah melalui sidang putusan yang digelar di Pengadilan Negeri Simalungun, akhirnya jaksa penuntut umum Muhammad  Rizky dibantu oleh kedua Hakim Anggota memutus hukuman Kakek Samirin dua bulan empat hari dipotong masa tahan.

Menyikapi hal tersebut , Hinca Panjaitan anggota Komisi III DPR-RI, yang sebelumnya mendapatkan informasi tentang kasus Kakek Samirin, langsung menuju Pengadilan Negeri Simalungun, Ia mengatakan kedatangannya ke Pengadilan bukan untuk mengintervensi pengadilan, anggota komisi III DPR-RI ini mengajukan jaminan kepada Kakek Samirin agar nantinya kakek Samirin bisa diringankan hukumannya.  Hinca menambahkan, sudah mengajukan melalui penasehat hukum Kakek Samirin  agar dirinya sebagai jaminan kasus Samirin.

Untuk mengganti kerugian yang dialami PT. Bridgestone Sumatera Rubber Estate, yang dilakukan Kakek Samirin, turut dilakukan aksi pengumpulan koin rupiah yang dimotori oleh Hinca Panjaitan, para awak media dan masyarakat yang hadir di Pengadilan Negeri  Simalungun turut berpartisipasi.

Vonis Bebas di PN Simalungun

Setelah divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Simalunguun Hinca Panjaitan bersama Ketua DPC Demokrat Simalungun, Direktur Efarina TV, Pengacara serta rombongan mengantarkan Kakek Samirin pulang ke rumahnya.

Tiba dikediamannya di Huta Dolok Maraja, Nagori Dolok Maraja , Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, pukul 19.30 WIB samirin didampingi Hinca Panjaitan bersama Ketua DPC Demokrat Simalungun Elias Barus, Direktur Efarina TV Silverius Bangun, pengacara Sepri Ijon serta para rombongan.

Air mata kebahagiaan keluarga tak terbendung saat melihat Samirin tiba dirumah. “Terima kasih Pak Hinca, maksih Pak Hinca,” ujar Samirin berulang-ulang.

Saat ini Samirin sudah kembali bersama keluarga dan cucu-cucunya di Huta Dolok Maraja, Nagori Dolok Maraja , dan memulai kebersamaan dan kebiasan mereka sehari-hari. (ebite-nius)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here