JR Saragih Hadiri Misa Natal Umat Katolik Medan

0
109
JR Saragih Hadiri Misa Natal Umat Katolik Medan

MEDAN – Sedikitnya 15 ribu jemaat katolik dari sejumlah Paroki di Kota Medan dan sekitarnya menyesaki gedung serbaguna, di Jalan Pancing, Medan, Sumatera Utara, untuk melaksanakan misa perayaan natal. Pesan damai dan persatuan menjadi pesan utama yang tersampaikan dalam acara ini.

Misa perayaan natal kali ini dihadiri sejumlah pejabat di Sumatera Utara, mulai dari Gubernur Sumatera Utara , Kapolda Sumatra Utara , Kasdam I Bukit Barisan, Bupati Simalungun JR Saragih dan sejumlah pejabat penting lainnya.

sebelum misa dimulai, Uskup Agung Medan Monsinior Kornelius Sipayung dan Gubenur Sumatra Utara memberi sambutan, mereka sama-sama menyampaikan pesan damai di tengah perbedaan.

Umat katolik diminta untuk tetap menjadi teladan bagi orang lain, terutama dalam menghargai setiap perbedaan yang ada. Apalagi, Sumatera Utara terkenal dengan daerah yang multietnis beragam suku dan agama.

Parlindungan Purba selaku Ketua Panitia menyampaikan, misa perayaan natal ini merupakan wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena ribuan umat katolik se Kota Medan bias ikut hadir merayakan misa natal.

“Kegiatan ini juga sekaligus merayakan satu tahun kepemimpinan Uskup Agung Medan Monsinior Kornelius Sipayung,” kata Parlindungan Purba.

JR Saragih Hadiri Misa Natal Umat Katolik Medan

Sesuai permintaan Gubernur Sumatra Utara, bahwa ke depan umat katolik akan merayakan kegiatan serupa setiap tahun. 

Usai acara pembukaan, misa kemudian dimulai, Uskup Agung Medan Monsinior Kornelius Sipayung menjadi pemimpin misa. para jemaat kemudian melantunkan puji-pujian dan melaksanakan misa perayaan natal dengan khidmat.

Adapun tema perayaan natal tahun ini adalah  hiduplah sebagai sahabat bagi semua orang. makna dari tema tersebut adalah menjadi sahabat menjadi saudara bagi setiap orang .

Uskup berpesan, siapapun tidak memandang agama, suku atau golongan karena kita semua adalah ciptaan Tuhan. Ia juga mengajak umat untuk menjadi sahabat diri sendiri, kemudian dalam keluarga, masyarakat berbangsa dan bernegara. (Daniel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here