Ratusan Warga Pematang Sidamanik Keracunan

0
31

SIMALUNGUN, SUMUTMEDIA.net – Ratusan warga Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara diduga mengalami keracunan makanan. Kejadian ini terjadi sekira pukul 09.00 WIB.

Sekira 134 orang mengalami keracunan makanan, hingga kini penyebab keracunan makanan masih dilakukan pemeriksaan laboratorium dinas kesehatan Pemerintahan Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Sri Wahyuni, salah seorang warga yang menjadi korban keracunan menuturkan, telah mengalami mual, sakit perut dan muntah-muntah selama 2 hari.

“Sudah 2 hari bang kurasakan sakit, mual, sakit perut, gak tau aku kenapa bisa sakit, dibilang perawat disini kata mereka kena racun dari air,” ujar Sri Wahyuni.

Sementara itu, Serubabel Saragih, Kabid Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Simalungun, mengatakan, penyebab dari keracunan yang diderita ratusan warga berasal dari air yang mereka minum.

“Sekarang masih dalam pemeriksaan sampel air yang mengandung racun tersebut, kami belum bisa memastikan apa penyebabnya, namun menurut dari penyakit ratusan warga ini adalah keracunan air,” ungkapnya.

Mengetahui warganya mengalami keracunan, Sekira pukul 17.00 WIB, Bupati Simalungun JR Saragih datang ke lokasi guna melihat para korban keracunan makanan. Dirinya datang menggunakan helikopter.

“Saya tadi masih di Jakarta tetapi saya mendengar berita ini langsung datang ke sini, seluruh korban penderita keracunan masih ditangani oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Sejauh ini ada 100 orang lebih menderita keracunan dan penyebab belum diketahui,” jelas Bupati Simalungun JR Saragih di Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Rabu (19/4/2017).

Seluruh korban keracunan ditampung di Sekolah Dasar 096770 di Manik Huluan, Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Melihat tempat korban keracunan makanan tak memungkinkan, membuat JR Saragih geram. Terlebih, beberapa pasien sudah harus dibawa ke rumah sakit.

Penulis : vin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here