JR Saragih Temui Pimpinan Tertingi Gereja di Nias

0
34

NIAS, SUMUTMEDIA.net – Sementara itu, sehari belum melakukan safari politiknya di Nias Selatan, JR Saragih menemui pimpinan tertinggi Gereja Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) di Kota Gunungsitoli. Dalam pertemuan tersebut, pimpinan Partai Demokrat mohon masukan terkait para kadernya ke pimpinan gereja BNKP.

JR Saragih menyatakan, sebagai Ketua DPD Demokrat ingin menitipkan para kadernya kepada pimpinan gereja dan jamaat, agar semua kader partai yang di duduk di seluruh DPRD memberikan yang terbaik ke masyarakat seperti meringankan beban, memberikan pelayanan untuk kepentingan bangsa dan negara ini. Terutama masyarakat di Pulau Nias.

Selain itu, JR Saragih pun menitip pesan, jika ada permasalahan antara fraksi partainya dengan gereja agar menyampaikan ke dirinya. “Kalau memang ada permasalahan di tengah-tengah fraksi agar melapor ke saya, untuk saya ingatkan para fraksi tersebut. Diharapkan seluruh fraksinya agar dapat menjadi garam yang terang dintengah-tengah seluruh masyarakat. Khususnya masyarakat Nias,” tegas Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Utara.

Pemerintah itu, kata JR Saragih, tugasnya melayani rakyat. Dan, Gereja tidak bisa melayani sendiri tanpa didukung oleh pemerintah. Sebab yang mepunyai anggaran adalah pemerintah. “Untuk itu, karena Nias mayoritas kristen saya mengajak seluruh fraksi dan ketua DPRD dari Partai Demokrat supaya menyerukan dan membela kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Pada pertemuan tersebut, Pimpinan Tertinggi Gereja BNKP, Pendeta Tuhoni Telaumbanua menyampaikan sebagai salah satu fungsi gereja adalah edukasi seperti memberi pembinaan-pembinaan terhadap para kader gereja, antara lain kegiatan perpolitikan termasuk di dalamnya adalah etika politik.

Dikatakan juga oleh Pendeta Tuhoni Telaumbanua bahwa Gereja BNKP mempunyai fungsi panggilan profertis yaitu menyuarakan suatu kenabian yang berupa kritik terhadap hal-hal yang tidak benar kepada pemerintahan. “Sebagai Gereja, Kami mendukung Bhineka Tunggal Ika dengan asasnya Pancasila,” tutup Eporus Tuhoni Telaumbanua.

Penulis : Hardi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here