Lima Terduga Teroris Jaringan Kebumen Dibekuk Densus 88

0
20

BEKASI, SUMUTMEDIA.net – Densus 88 Antiteror menangkap lima orang terduga teroris di Kampung Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kelima terduga teroris itu berasal dari kelompok Kebumen, Jawa Tengah.

“Kita mengamankan lokasi saja, sedangkan penanganan langsung ditangani Densus,” kata Wakil Kepala Kepolisian Resort Metro Bekasi AKBP Putu Putera kepada wartawan di Kampung Lubang Buaya, Setu, Kabupaten Bekasi, Jumat (18/11/2016).

Putu didampingi Kapolsek Setu AKP Agus Rohmat dan Kasi Humas Polsek Setu Aiptu Parjiman mengatakan, kelima terduga teroris itu sudah diamankan di Mapolsek Setu.

“Untuk lebih rincinya nanti Mabes Polri yang akan memberi keterangan. Polres dibantu Polsek hanya untuk mengamankan wilayah agar penangkapan yang dilakukan Densus berjalan dengan baik,” ujarnya.

Diketahui kelima terduga teroris itu ditangkap di Kampung Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat (18/11/2016).

Selanjutnya Densus 88 dibantu oleh Polres Metro Bekasi dan Polsek Setu mengamankan di dua lokasi tempat kejadian perkara (TKP) yang diduga sebagai tempat tinggal terduga teroris.

Sejumlah dokumen dan barang bukti berhasil disita Densus 88 dari rumah kontrakan terduga teroris. Di antaranya barang bukti dokumen tersebut juga ada beberapa anak panah dan busur.

Pada TKP pertama, Densus 88 mengamankan terduga teroris WD (38) beserta istrinya, di RT 02/08 Kampung Lubang Buaya.

Sementara TKP kedua dan ketiga di RT 02/08, hanya berjarak 1 kilometer dari TKP pertama, petugas menggerebek sebuah tempat persembunyian di kontrakan H Sakam, dan berhasil mengamankan SLH (30) bersama dua orang rekannya.

Dari rumah kontrakan tersebut, terduga teroris menempati tiga pintu. Para terduga teroris kelompok Kebumen yang belum berkeluarga itu diketahui berinisial SLH dan dua rekannya, baru sekitar dua mingguan mengontrak menggantikan WD yang sudah pindah ke TKP pertama.

Dari TKP kedua dan ketiga, diketahui penghuninya sudah pergi meninggalkan rumah sebelum Densus 88 datang menggerebek. Sementara pelaku yang diketahui adalah anak buah SLH yang bekerja sebagai ojek online itu kabur begitu mengetahui SLH dibekuk petugas.

Dari rumah kontarakan yang sebelumnya ditempati SLH selama 5 bulan sebelum pindah ke kontarakan TKP 1.

 

Dari kontarakan TKP 2 dan 3, tampak angota Densus membawa sejumlah dokukemen yang dimasukan dalam kardus dan karung.

Sementara itu pemilik rumah kontrakan di TKP kedua, H Sakam mengatakan, terduga teroris WD sebelumnya pernah mengontrak di rumah kontrakannya.

“Dia ada sekitar lima bulan mengontrak bersama istri dan tiga anaknya,” kata Sakam.

Setelah WD pindah, sergahnya kemudian, kontrakan itu kemudian diisi oleh rekannya yang masih bujangan. Sakam juga mengatakan, berdasarkan data KTP pengontrak mereka berasal dari Kebumen.

“Kontrakan WD digantikan teman-temannya yang bekerja menarik ojek online. Setiap harinya kalau kerja pergi pagi dan pulang malam, sering juga teman-temannya datang termasuk WD masih sering datang,” katanya.

Penulis : Edo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here