Terima Keluhan Warga, JR Sidak Lokasi Pabrik Aspal

0
65

SIMALUNGUN, SUMUTMEDIA.net – Mengetahui adanya keluhan dari warga kampung jawa, Nagori Rambung Merah, Kecamatan Siantar, terkait polusi asap yang di timbulkan  dari pabrik pembuatan aspal, PT Mitra Beton, Bupati Simalungun, JR Saragih, lakukan speksi mendadak (Sidak) kelokasi, Selasa ( 25/ 10/ 2016).

Dari hasil kunjungan tersebut, berdasar informasi dari salah seorang warga, diketahui bahwa keluhan warga terhadap pencemaran udara yang ditimbulkan oleh kegiatan pembuatan  aspal jadi itu telah dirasakan selama setahun terakhir.

Disebut oleh warga juga, bahwa keluhan yang diderita mereka sudah pernah disampaikan kepada pihak pengusaha. Namun, tidak mendapatkan respon, dan menurutnya bahwa mereka adalah rakyat biasa yang coba melakukan perlawanan dalam hal ini pengusaha.

Dikatakan mereka, pihak pabrik menurut warga adalah pihak yang lebih mempunyai kekuasaan karena mempunyai dana yang kuat sehingga sebagai rakyat jelata, mereka tidak bisa melawan mereka.

Di dalam pesan tersebut juga disampaikan, sifat dari pemilik pabrik sangat arogan. Sebab, pernah terucap pernyataan, “Sudah berapa orang warga yang mati karena bau aspalnya?”. Kalimat tersebut pernah diucapkan oleh pemilik pabrik kepada warga.

Perundingan terakhir yang dilakukan antar warga dengan pemilik usaha, terucap kalimat bahwa aroma aspal sama dengan aroma ayam goreng. Warga menambahkan, pemilik pabrik malah mengatakan bahwa aroma ayam goreng membuat orang jadi merasa lapar. Bau aspal tadi disamakan dengan bau ayam goreng oleh pemilik pabrik. Pemilik pabrik juga membuat sebuah perandaian bahwa aroma dari ayam goreng sama sekali tidak membuat sesak napas, namun malah membangkitkan selera makan kita.

Di dalam keluhan yang disampaikan kepada Bupati Simalungun, warga menceritakan bahwa anak-anak yang berada di wilayah Nagori Rambung Merah pastinya tidak kuat untuk menghirup bau aspal tersebut. Warga memposisikan dirinya sebagai orang dewasa saja tidak sanggup, apalagi anak-anak yang masih rentan dengan kondisi kesehatannya.

Warga yang mengeluhkan juga menceritakan mengapa SKPD Simalungun mau memberi ijin berdirinya pabrik ini. Warga menambahkan, surat ijin tersebut berasal dari Kepala Dinas Badan Lingkungan Hidup  (BLH) Simalungun secara langsung.

Agar keluhan ini didengar oleh Bapak Bupati Simalungun, warga juga menulis tentang filosofi beliau yang hanya ingin menjadi “Garam” dan “Terang”. Menjadi garam, yakni dengan kerelaan hati dan sikap lapang dada mau dileburkan agar menjadi asin. Menjadi terang, yakni dengan senang hati menyinari kegelapan di sekitar. Di dalam konteks ini, JR Saragih akan selalu berusaha untuk melayani masyarakat, sebagai konsekuensi dari pekerjaannya yaitu menjadi pemimpin di Simalungun.

Kunjungan JR Saragih ke pabrik aspal disambut dengan tangan terbuka oleh Bapak Agung Sidarta selaku pemilik beserta putranya Bapak Aligeno. Selama melakukan kunjungan, JR Saragih berkeliling untuk melihat dengan seksama kondisi pabrik secara langsung.

Warga banyak mengeluhkan polusi yang ditimbulkan dari pabrik ini. Polusi ini berupa polusi asap, limbah pabrik,polusi udara mapun polusi suara, yaitu kebisingan yang ditimbulkan karena aktivitas pabrik.

JR Saragih mendengarkan dengan baik penjelasan dari pihak pabrik. Beliau ingin mendengarkan secara langsung suara yang ditimbulkan ketika mesin menyala. Selain itu, beliau juga ingin melihat proses produksi yang dijalankan di pabrik. Ketika beliau datang, produksi sedang tidak dilakukan. Sebab, proses produksi biasanya berlangsung di malam hari.

Dalam hal ini, salaku Bupati Simalungun, Jr  secara langsung menindak lanjuti untuk mencari kebenaran dari keluhan yang ada, demi mengutamaakan masyarakatnnya. Namun, tetap hal tersebut tidak boleh sembarangan menyudutkan pihak pengusaha.

Dari hasil sidak tersebut juga, Jr berpesan kepada pengusaha agar menjaga kebersihan lingkungan sekitar untuk masayarakat dan harus segera mencari lahan untuk relokasi kedepannya.  Karena menurut kajian laborat BLH provinsi untuk kajian pabrik ini memang tidak ada kendala, dan memang benar adanya.

“Marilah masyarakat jangan menjadi profokator dan mudah terhasut, pemda siap memoderatori warga dengan pihak PT jika memang harus ada yang diselesaikan karena masalah yang ada,“ harap JR.

Penulis : Hardi
Sumber : sahabatjrsaragih.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here