Lapor Polisi atau Dewan Pers Jika Ada Wartawan Memaksa Minta THR

0
37

JAKARTA, SUMUTMEDIA.net  – Menyambut Idul Fitri 1 Syawal 1437 Hijriah, Dewan Pers mengimbau kepada publik untuk tidak melayani permintaan tunjangan hari raya (THR) oleh pihak yang mengaku sebagai wartawan, organisasi pers atau wartawan maupun perusahaan pers.

Imbauan ini menyusul setelah Dewan Pers mendapat banyak masukan dan keluhan dari berbagai pihak terkait permintaan THR tersebut.

Bahkan, menurut Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, ada yang melakukan dengan cara memaksa, mengancam atau mengintimidasi.

“Terkait hal tersebut, Dewan Pers mengimbau kepada masyarakat, pejabat pemerintah, pimpinan perusahaan dan pihak-pihak lain untuk tidak melayani permintaan tunjangan hari raya atau sumbangan dalam bentuk apapun yang diajukan oleh mereka yang mengatasnamakan diri sebagai wartawan, organisasi pers atau wartawan, atau perusahaan pers,” imbau Yosep dalam keterangan persnya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut Yosep, pemberian THR kepada wartawan merupakan kewajiban masing-masing perusahaan pers.

Sikap Dewan Pers ini dilandasi atas nilai moral dan etika profesi dan untuk menjaga kepercayaan publik, menegakkan integritas serta menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme kewartawanan.

“Tindakan ini juga untuk mendukung pemberantasan praktik korupsi,” ujar Yosep.

Oleh karena itu, Dewan Pers tidak dapat membiarkan praktek tidak terpuji dari pihak yang mengatasnamakan wartawan, organisasi pers atau wartawan atau perusahaan pers yang banyak bermunculan saat ini yang meminta-minta sumbangan, bingkisan atau THR.

“Apabila ada oknum wartawan, pengurus organisasi pers atau wartawan, atau perusahaan pers menghubungi bapak-ibu untuk meminta sumbangan atau THR dengan cara memaksa atau mengintimidasi, agar mencatat identitas, nomor telepon dan alamat mereka, dan segera melaporkan ke polisi dan Dewan Pers,” pungkas Yosep. (EDO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here