Presiden Soroti Bupati Ogan Ilir Yang Tertangkap Menggunakan Narkoba

0
45

JAKARTA, sumutmedia.net – Presiden Joko Widodo turut menyoroti tertangkapnya Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Nofiadi Mawardi oleh aparat Badan Narkotika Nasional (BNN).

Ia diduga terlibat penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

“Presiden bilang sangat prihatin akan kejadian itu,” ujar Staf Khusus Bidang Komunikasi Presiden Johan Budi SP, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (14/3/20016) malam.

Menurut Presiden, peristiwa itu menjadi salah satu bukti bahwa narkoba sudah merasuk ke seluruh sendi negara, mulai dari pelajar hingga pejabat.

Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla telah mengikrarkan perang terhadap narkoba.

Oleh karena itu, Jokowi mengapresiasi kerja BNN yang disebut sudah mengintai Nofiadi sejak tiga bulan lalu.

Presiden, lanjut Johan, memerintahkan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memberikan sanksi dan segera menyelesaikan kevakuman kepemimpinan di Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir pascaditangkapnya Nofiadi.

“Sesuai Pasal 78 ayat 2 huruf f Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, dia (Noviadi) harus diberhentikan,” ujar Johan.

Pecat dan ganti

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menegaskan, akan segera menjalankan amanat UU.

Dia akan memberhentikan Nofiadi sebagai bupati sambil menunggu proses hukumnya berjalan.

Selain itu, Mendagri juga meminta Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menunjuk Sekretaris Daerah Kabupaten Ogan Ilir untuk menjabat sebagai pelaksana tugas bupati.

Permintaan itu tertuang dalam surat yang dikirimkan Mendagri pada Minggu (13/3/2016) kemarin.

“Hal itu sebagaimana diatur dalam Pasal 65 ayat 6 UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah,” ujar Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Doddy Riyadmadji, Senin.

Pasal itu menyebutkan, ‘Apabila kepala daerah dan wakil kepala daerah sedang menjalani masa tahanan atau berhalangan sementara, sekretaris daerah melaksanakan tugas sehari-hari kepala daerah‘.

Secara khusus, Mendagri juga menyoroti proses tes kesehatan Noviadi setelah terpilih sebagai Bupati Ogan Ilir.

“Waktu tes kesehatan, ada kewajiban bukti negatif narkoba. Nah, ini harus diusut juga si dokter dan rumah sakitnya, kenapa sampai bisa lolos,” ujar Tjahjo.

Diberitakan, hasil tes urine milik Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Noviadi Mawardi menunjukkan positif narkoba.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumsel, Brigjen Pol Iswandi Hari, di Kantor BNN Sumsel, Jalan Gubernur HA Bastari Jakabaring, Palembang, Senin.

BNN menggerebek rumah Bupati Ogan Ilir di Jalan Musyawarah Kelurahan Karang Jaya Gandus Palembang, Minggu (13/3/2016) malam, atas koordinasi dengan BNN pusat.

Tes urine dilakukan langsung di tempat kejadian.

Selain bupati, BNN juga menangkap 17 orang lainnya. Dari 18 orang itu, lima orang dinyatakan positif narkoba.

Sumber : kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here