IPW : Polda Metro Jangan Ragu Tetapkan Tersangka Jessica

0
75

JAKARTA, Sumutmedia.net – Indonesia Police Watch (IPW) menegaskan Polda Metro Jaya harus yakin sudah bekerja sesuai prosedur hukum dalam menetapkan Jessica sebagai tersangka kasus Wayan Mirna Salihin, yang meninggal usai meminum kopi Vietnam di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta. Untuk itu, Polda Metro Jaya diharapkan tidak terpengaruh dengan opini sebagian orang yang meragukan penetapan Jessica sebagai tersangka.

Ketua Presidium IPW Neta S Pane menilai, penetapan Jessica sebagai tersangka kasus kematian Mirna sudah sesuai prosedur hukum dan standard operating procedure (SOP) kepolisian.

“Jadi, apa yang dilakukan polisi dengan menjadikan Jessica sebagai tersangka adalah untuk mengungkap kasus kematian Mirna. Sehingga kasus ini bisa segera terungkap,” kata Neta Pane kepada Sumutmedia.net, di Jakarta, Selasa (2/2/2016).

Ia menuturkan dalam mengungkap kasus pembunuhan dengan menggunakan racun, Polri sebenarnya sudah punya pengalaman. Bahkan, ketika itu Polri punya prestasi dalam mengungkap kasus pembunuhan aktivis Munir, yang diracun dalam penerbangan dari Jakarta ke Belanda.

Dalam kasus Munir, menurut dia, Polri juga tidak mendapatkan rekaman CCTV saat tersangka memasukkan racun ke dalam makanan Munir. “Tapi bukti-bukti dan saksi yang dimiliki Polri bisa meyakinkan hakim untuk memvonis tersangka,” ujar dia.

Dalam kasus kematian Mirna, menurut dia, hanya ada lima pihak yang terkait dengan keberadaan kopi Vietnam yang mengandung racun sianida yakni, petugas pembuat kopi dan pelayan yang mengantar kopi di Kafe Oliver, Mirna, Jesica serta Hani.

Ia menuturkan dari rekaman CCTV di tempat kejadian, polisi sebenarnya sudah mendapatkan berbagai indikasi dan petunjuk yang kuat sebagai alat bukti. Namun untuk mengungkap motifnya, polisi perlu mendapatkan bukti-bukti lain seperti bungkus sianida, bon pembelian sianida atau petunjuk-petunjuk lain dari selular (HP), komputer, membuka google tersangka, atau data-data lain di rumah tersangka.

Meski tak mudah mengungkap kasus pembunuhan dengan racun, tapi IPW berkeyakinan polisi akan mampu menuntaskan kasus kematian Mirna dengan tuntas. “Kasus kematian Mirna harus diungkap polisi, karena kasus ini tergolong sadis dan kejam,” kecam dia.

Ia beralasan mengecam pelaku pembunuhan Mirna, karena terlihat dari racun sianida yang dimasukkan ke dalam kopi yang diminum Mirna ternyata dapat mengakibatkan kematian bagi 20 sampai 25 orang.

“Artinya, Sianida yang dimasukkan ke dalam kopi Mirna dosisnya sangat tinggi yang dalam tempo singkat bisa membunuh sekian banyak orang,” tegas dia.

Menurut dia, kekejaman ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang berwatak sadis dan berdarah dingin. Pelaku pembunuhan seperti ini harus dihukum berat.

Dia pun berharap, jika polisi sudah berkeyakinan bahwa Jessica adalah tersangka kasus kematian Mirna, sebaiknya polisi perlu menelusuri track record tersangka.

Hal ini, menurut dia, untuk mengetahui sejauhmana tindak kejahatan yang ada yang pernah dilakukan oleh Jessica. “Sehingga hal ini menjadi referensi bagi polisi untuk membongkar motif pembunuhan terhadap Mirna,” ujar dia.

Sebelumnya, kecurigaan penyidik Polda Metro Jaya mengarah kepada Jessica. Kemudian, Jessica diamankan aparat kepolisian di Hotel Neo Mangga Dua Square, Jakarta, Sabtu (30/1/2016) pagi.

Selanjutnya, penyidik memutuskan untuk menahan Jessica di ruang tahanan Mapolda Metro Jaya sampai kemudian polisi menyempurnakan berkas perkara kasus Mirna. (Edo panjaitan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here